.// Alternatif ‘Liburan’ Anak
Assalamualaikum wr wb
Apa yang beda di Jakarta kalo lagi ‘musim’ liburan anak sekolah? ..jalanan jadi lebih sepi! Hmm.. kalo gitu, yang bikin macet pagi-pagi itu anak sekolahan donk ya?
Banyak anak2 menghabiskan waktu liburannya dengan pergi ke luar kota bareng orang tua, mengunjungi event khusus anak2, bisa di mall, di tempat-tempat pameran, dsb. Atau ya cukup di rumah, bareng teman-teman.
Kalo Hadya jelas belum bisa benar2 ‘menikmati’ event2 tadi :p walopun bundanya ada rencana ngajak Hadya ngeliat Barney di salah satu mall di Jakarta. Ada apa anak2 dengan Barney ya? :p Beberapa hari lalu gw juga beliin boneka singing Barney buat Hadya *ya iyalah, masa’ buat Indri :p*, dari penjual di Internet. Kalo dibilang Hadya suka dengan acara Barney.. ya.. mungkin juga, khususnya kalo pas nyanyi2, opening dan ending, tengah2 gak ditonton :p. Jadi jadwal nonton Hadya itu, pas lagi sarapan, jam 07.30 Barney dan 08.00 Pocoyo.
Ngomong2, seberapa sering kalian beli barang dari Internet? ya maksudnya yang dijual di toko online, dalam negeri khususnya, soalnya gw juga gak pernah beli dari toko online luar negeri, berhubung gw dan Indri gak punya kartu kredit :p Lah.. jadi ngomongin ini ya, post berikutnya aja d, balik ke masalah liburan anak-anak.
Selain liburan dengan cara yang gw sebut di atas, ada cara lain, yang gw cukup yakin di antara kita belum pernah melakukan hal ini, dan mungkin berharap anak2 kita juga nggak…
1. Pemecah Batu
Pada waktu liburan sekolah, 2 anak perempuan, masing2 berumur 6 dan 7 tahun, ikut membantu ibu mereka bekerja. Menjadi pemecah batu. Jenis batunya.. hmm.. apa ya, gw lupa juga, bentuknya pipih, tidak beraturan, dan ukurannya kira-kira 2 kali telapak tangan orang dewasa. Nah, batu ini dipecah pecah untuk menjadi campuran cor-an beton. *kayaknya siy gitu*
Berbekal palu dengan berat 0.5kg, anak-anak tadi memukul-mukul 1 batu besar menjadi pecahan kecil-kecil. Target mereka? mengumpulkan batu kecil-kecil tadi sebanyak 1 bak truk. Banyak banget ya, gw ampe kaget. Berapa lama waktu yang diperlukan buat menuhin truk tadi? Kalau cuma ibunya aja, disebutkan 14 hari kerja, kalau dibantu 2 anaknya tadi, jadi 10 hari kerja, jadi lebih cepat 4 hari.
1 truk pecahan batu dihargai.. Rp. 100.000, iya seratus ribu rupiah, dan ini terkumpul dalam waktu 10 hari, dengan pembagian kerja 1 orang perempuan dewasa, 2 orang anak perempuan. Kalau pekerjaan konsisten, dalam 1 bulan, terkumpul upah Rp. 300.000, dan setelah itu liburan pun habis, anak-anak tadi kembali lagi sekolah, tinggal si ibu yang tetap pada pekerjaannya.
2. Pemulung Sampah Plastik
Lain lagi dengan anak-anak di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Sekitar 10-15 anak menghabiskan waktu liburan sekolah mereka menjadi pemulung sampah plastik. Dengan cekatan mereka terlihat memilah dan memungut sampah di area pembuangan sampah, menggunakan besi berujung bengkok yang biasa digunakan oleh para pemulung.
Sampah ini kemudian dijual ke ‘pengepul’ namanya. Berapa harga sampah-sampah tadi? menurut si pengepul, harganya tergantung jenisnya, gak dikasih tau detail pembagiannya, berkisar antara Rp 400 – Rp 700 /kg. Pembayaran dilakukan seminggu sekali. Dalam 1 minggu itu tiap anak bisa mengantongi upah Rp 15.000 – Rp 20.000. Kalau dilakukan selama sebulan, ya kira-kira Rp 60.000 – Rp 80.000 / bulan.
Ketika salah satu anak ditanya untuk apa uang tadi, dia bilang untuk biaya/bekal sekolah nanti kalau dia sudah masuk sekolah lagi.
Well, ini cuma 2 contoh alternatif liburan yang dilakukan anak-anak di Indonesia. Gw yakin pasti masih ada yang lain, yang mungkin tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya. Kurang beruntung? terserah mau bilang apa, toh hidup bukan berdasarkan peruntungan. Dalam pikiran gw, kita, semua orang tua, pasti akan mengusahakan yang terbaik buat anaknya, yang dia mampu, dan paling penting menanamkan rasa bersyukur, mendefinisikan arti berkecukupan, belajar prihatin serta bisa memberikan aksi-reaksi terbaik yang kita bisa.
Anak-anak tadi masih ‘beruntung’ melakukan pekerjaan tadi di waktu liburannya, masih banyak teman-teman mereka yang bahkan libur tiap hari, karena memang tidak (bisa) sekolah, dan melakukan kegiatan ‘liburan’ tadi setiap hari. Ini bisa kita lihat juga tiap hari di jalanan ibu kota atau kota-kota lainnya di Indonesia.
Selama kita mampu, bisa mengatur dan mempertanggungjawabkan apa yang kita kasih ke anak, insya Allah gak masalah untuk memberikan mereka apa yang mereka mau dan yang lebih penting, apa yang mereka butuhkan. Nanti kalau sekiranya anak2 kita sudah mengerti, mudah2an kita orang tua bisa menanamkan keprihatinan dan semangat berbagi ke anak-anak kita, insya Allah.
Boneka Barney Hadya seharga 1/2 truk pecahan batu.. atau 100 kg sampah plastik.
Wallahua’lam
Wassalamualaikum wr wb
Filed under: Family | Leave a Comment
No Responses Yet to “.// Alternatif ‘Liburan’ Anak”